Ada satu momen yang sudah lama saya nantikan: berkumpul bersama orang-orang terdekat dalam sebuah acara yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Rasanya sayang sekali kalau momen seperti ini terganggu oleh hal kecil. Saya sudah membayangkan bisa menikmati setiap obrolan, mengabadikan foto, dan tertawa bersama tanpa harus memikirkan pekerjaan atau aktivitas lain.
Namun, justru di tengah momen yang menyenangkan itu, saya mulai merasakan sesuatu yang awalnya saya anggap SePeLe.
Mata terasa SEpet, kemudian mulai PErih, dan tidak lama setelah itu terasa semakin LElah. Tiga keluhan sederhana yang kalau digabung menjadi “SePeLe” ternyata cukup mengganggu. Saat itu saya sedang sibuk melihat layar ponsel untuk mengambil foto dan merekam beberapa momen. Tanpa sadar, saya cukup lama menatap layar dan jarang berkedip.
Ternyata, kebiasaan menatap layar terlalu lama dan kurang berkedip dapat berkontribusi terhadap munculnya gejala mata kering. Gejalanya bisa berupa mata terasa sepet, perih, seperti berpasir, cepat lelah, bahkan penglihatan terasa buram.
Ketika Mata SePeLe Mulai Mengganggu Momen Penting
Awalnya saya mencoba mengabaikannya. “Ah, paling cuma capek,” pikir saya. Saya tetap melanjutkan aktivitas karena tidak ingin kehilangan momen yang sudah lama dinantikan.
Tetapi semakin lama, rasa tidak nyaman di mata justru membuat konsentrasi berkurang. Saya jadi beberapa kali mengucek mata, memejamkan mata sebentar, bahkan melewatkan beberapa kesempatan untuk mengambil foto karena mata terasa tidak nyaman.
Di situlah saya sadar bahwa Mata Kering Jangan Disepelein.
Mata kering bukan hanya soal mata terasa kering. Kondisi ini dapat membuat mata terasa perih, terbakar, cepat lelah, seperti ada pasir atau benda yang mengganjal, serta menyebabkan penglihatan menjadi buram pada kondisi tertentu.
Penyebabnya pun beragam. Selain terlalu lama menatap layar, mata kering dapat dipicu oleh jarang berkedip, penggunaan lensa kontak dalam waktu lama, udara yang kering, angin, asap, maupun kondisi lingkungan tertentu.
Jangan Menunggu Mata Semakin Tidak Nyaman
Setelah mengalami kejadian tersebut, saya mulai lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Ketika sedang bekerja atau menggunakan gadget, saya berusaha mengalihkan pandangan dari layar secara berkala dan mengingatkan diri sendiri untuk lebih sering berkedip.
Saya juga mencoba mengurangi paparan langsung AC dan memberikan waktu istirahat untuk mata. Langkah sederhana seperti menjaga kelembapan ruangan, cukup minum, menggunakan pelindung mata ketika berada di luar ruangan, serta beristirahat dari layar dapat membantu mengurangi keluhan mata kering.
Selain itu, saya mulai mencari solusi praktis yang bisa digunakan ketika gejala mata kering muncul. Dari situlah saya menemukan Insto Dry Eyes.
Menemukan Insto Dry Eyes
Saya mengenal Insto dari informasi mengenai produk tetes mata untuk membantu mengatasi gejala mata kering. Setelah membaca informasi produknya, saya mengetahui bahwa Insto Dry Eyes digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu mengatasi gejala kekeringan pada mata. Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg.
Saat mata mulai terasa sepet dan perih, saya menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk pada kemasan. Bagi saya, keberadaannya cukup membantu ketika keluhan muncul di tengah aktivitas, sehingga saya tidak perlu terus-menerus menahan rasa tidak nyaman pada mata.
Namun, penggunaan tetes mata tetap harus memperhatikan aturan pakai. Informasi resmi Insto menyebutkan bahwa lensa kontak perlu dilepas ketika menggunakan Insto Dry Eyes dan penggunaannya tidak dianjurkan secara rutin dalam jangka panjang. Jika keluhan berlanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Belajar Lebih Peduli pada Mata
Pengalaman tersebut mengubah cara saya memandang keluhan mata. Dulu, mata sepet, perih, atau lelah mungkin hanya dianggap sebagai gangguan kecil. Sekarang saya tahu bahwa ketiganya bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan, terutama jika sering muncul atau mengganggu aktivitas.
Saya tidak ingin lagi membiarkan gejala kecil merusak momen yang sudah lama dinantikan. Apalagi mata memiliki peran penting dalam hampir semua aktivitas sehari-hari.
Jadi, ketika mulai muncul mata SEpet, PErih, atau LElah, jangan buru-buru menganggapnya biasa. Berikan mata waktu untuk beristirahat, kurangi aktivitas di depan layar, biasakan berkedip, hindari lingkungan yang terlalu kering atau berangin, dan gunakan tetes mata yang sesuai bila diperlukan.
Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi pengingat sederhana: jangan menunggu sampai mata benar-benar terasa tidak nyaman baru mulai peduli. Karena momen penting hanya datang sekali, sedangkan menjaga kesehatan mata adalah kebiasaan yang bisa dilakukan setiap hari.
Kalau mata mulai memberikan tanda-tanda kecil, ingat bahwa #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein bukan sekadar slogan, tetapi pengingat untuk lebih peka terhadap kondisi mata dan tidak menganggap remeh rasa sepet, perih, maupun lelah yang muncul.
Mata SePeLe memang terlihat sederhana, tetapi jangan sampai membuat momen berharga ikut terganggu.